Sabtu, 11 Februari 2017

Lembayung Senja



02
Lembayung Senja


Tetes air hujan sore itu secara perlahan membasahi jalanan aspal depan rumah Anisa. Ia yang termenung sendirian bertemankan segelas susu putih yang masih hangat dan selembar roti tawar yang dioleskan selai coklat. Sore ini anisa hanya sendirian dirumah seluruh keluarganya belum pulang kerumah, kedua orang tuanya yang masih sibuk kerja di kantor. Tak bisa dipungkiri lagi anisa hanyalah seorang anak tunggal, sebagian waktunya ia habiskan dirumah bersama kedua orang tuanya itu saja ketika malam hari.
Butiran hujan seketika itu lenyap dengan kehadiran mentari senja dari balik awan yang sedikit menutupi sinarnya. Hujan sore itu sekejap saja membawa kenangan akhirnya berubah menjadi lembayung senja yang sangat indah di pandang mata. Anisa tak henti-hentinya memandangi indahnya peraduan warna sang lembayung senja sore itu. Teringat terakhir kali ia melihat lembayung bersama rian, kala itu ia dan rian sedang menyusuri area persawahan di desa tempat tinggal pak yanto. Pak yanto adalah guru mereka di sekolah, saat itu pak yanto sedang mengadakan penyuluhan tentang pertanian. Semua anak didiknya mengikuti  agenda tersebut.
                       Kini ia hanya memandangi sang lembayung itu dengan kesendiriannya tanpa di temani seorang pun.
Kriiiinggg kriiiiiinnggg kriiiiinngg !!!!!!!
Handphone nisa pun berdering ternyata rian yang menelponnya.
“hallo ri, ada apa?” Tanya nisa penasaran karena tiba-tiba menelponnya.
“nanti habis maghrib ke pasar malam mau gak nis?” ajak rian.
“belum tau ri, aku juga belum bilang mama nanti aku bilang mama dulu kalau di izinin aku pasti bisa kok, kamu nanti aku kabarin lagi”
“ya udah nis, aku tunggu kabar dari kamu, bye bye nis”
Tuuuuutttt.
Sambungan telpon pun terputus.

Hari semakin sore lembayung senja telah pergi lebih dulu, mentari tergelincir di ufuk barat tinggal beberapa detik lagi malam akan segera tiba.  Terlihat jalanan aspal yang masih basah karena diguyur hujan sejak tadi. Anisa di rundung kegelisahan karena kedua orang tuanya tak kunjung datang meski waktu telah menunjukkan jam 05:30.
                       Lampu-lampu di tiap rumah warga telah menyala, adzan maghrib telah berkumandang pada saat itu pula terdengar suara mobil berderu. Anisa pun beranjak keluar kamar dan membuka pintu rumahnya. Hanya terlihat mama anisa yang keluar dari mobil tanpa di dampingi siapapun dan seketika itu anisa tersentak kaget karena melihat mamanya seorang diri.
“papa mana ma?? Kenapa mama sendirian??” Tanya anisa sedikit gelisah.
“papa kamu masih ada lemburan di kantornya nanti juga pulang kok tapi agak malam” jawab mamanya menenangkan kegelisahan anaknya itu.
                         Anisa membukakan pintu selebar mungkin lalu membiarkan mamanya masuk dan beristirahat belum sempat anisa membicarakan soal ajakan rian kepada mamanya.

---------------------------------------------


                        Jam menunjukkan pukul 06:30 petang rian belum juga mendapat kabar dari anisa, kegelisahannya kini telah sampai di ujung sesakkan dada.
Dreettt dreettt dreetttt ........
Bunyi HP rian bergetar pertanda ada sebuah pesan masuk. Rian pun membuka pesan itu dan rupanya ada sederet pesan dari anisa, ia lalu membacanya seksama :
“sebelumnya aku minta maaf ya ri bukannya aku nolak ajakan kamu buat ke pasar malam tapi aku harus nemenin mama aku dirumah. Mama aku sendirian dirumah papa aku juga belum pulang jadi aku gak bisa kalau harus ninggalin mama dirumah sendirian. Ke pasar malamnya lain kali aja ya ri aku bener-bener gak bisa kalau sekarang. Maaf banget ya ri”
Itulah sederet pesan dari anisa yang membuat suhu badan rian terasa berubah-ubah menjadi panas dingin. Ia merenunginya sejenak dan berusaha untuk selalu mengerti keadaan anisa, apalagi ia sudah kencan untuk double date bersama juna dan arin sahabatnya itu sedangkan rian bersama anisa tapi itu semua tak sesuai dengan rencananya sejak sepulang sekolah tadi.

Tok tok tok .........
Terdengar seperti ada yang mengetuk pintu rumahnya dan bersegaralah rian membuka pintu tersebut, ternyata juna lah yang mengetuk pintu itu.
“ehh, elo jun. Kirain siapa? Ayo masuk dulu jun.” sapa rian sembari tersenyum lebar kepada juna dan arin.
“ahh, elo kayak gak tau aja sih ri. Kita kan udah kencan buat ke pasar malam sekarang” sahut juna sembari duduk di sofa.
“iya jun gua tau itu tapi....” rian terdiam dan tertunduk.
“tapi apa ri? Bilang aja terus terang.” Sela juna memperjelas ucapan rian.
”tapi aku gak ada gandengan jun, elo bareng arin sedangkan gua masak sendirian terus gua jadi obat nyamuk buat kalian berdua gitu??” cetus rian dengan nada tinggi.
“udah udah gak usah debat lagi” sela arin mendinginkan suasana. “ elo juga sih ri katanya elo mau bareng si nisa tapi kenapa kamu bilang gak ada gandengan, emang si nisa gak mau apa gak bisa?? Tambah arin.
“nisa gak bisa katanya lagi nemenin mamanya yang sendirian dirumah” jelas rian. “ mending kalian pergi berdua aja aku lagi pengen sendiri dulu untuk malam ini” pinta rian.


Sinar Jingga



01
Sinar Jingga


                      Suara adzan subuh menggema begitu merdu diiringi suara ayam jantan berkokok saling bersahut-sahutan bagaikan sebuah alunan musik yang sangat indah didengarkan. Rian yang tengah terbaring pulas sembari menarik selimut karena udara yang begitu dingin menusuk tubuh hingga menembus relung hati yang paling dalam. Mata terpejam tubuh menggeruguh kedinginan tak membuatnya sulit untuk membuka mata dan memulai cerita hari ini dengan harapan ada bahagia menghampirinya meski ia tak pernah tau apa yang akan terjadi padanya mungkinkah derita ataukah bahagia.
Rian yang berusaha membuka mata dan melepas selimut yang mengurung tubuhnya semalaman akhirnya bisa juga ia lakukan karena semangat yang gigih untuk bangkit dari keterpurukan adalah hal yang selalu di inginkannya sejak kecil, ia juga tak pernah ingin merepotkan orang di sekelilingnya. Rian yang selalu melakukan semua hal dengan kemandiriannya tak membuatnya menjadi sombong dan bukan berarti ia tidak membutuhkan orang di sekelilingnya. Dia juga selalu berfikir bahwa hidupnya tak pernah sendiri dan sangat bergantung pada orang lain lebih lagi ia juga membutuhkan kedua orang tuanya yang begitu tulus merawatnya dan kedua orang tuannya ingin menjadikan sosok Rian yang berguna untuk orang lain.
Tiba sudah saatnya ia mengangkat tubuhnya dan beranjak melangkahkan kaki menuju masjid yang tak jauh dari rumahnya untuk melakukan sholat subuh berjamaah, tak lupa ia membawa sarung dan baju koko kesayangannya karena seperangkat alat sholat itu adalah pemberian almarhum kakeknya yang meninggal sejak ia duduk di bangku kelas 5 sd tepatnya 7 tahun silam. Melangkahkan kaki menuju masjid dan menunaikan sholat subuh berjamaah adalah kebiasaannya setiap hari, kebiasaan tersebut ia lakukan sejak masih belia karena kebiasaannya itu ia sangat terkenal akrab dengan warga sekitar dan membuatnya menjadi sesosok kepribadian yang sholeh, baik, suka menolong, penyabar dan penyayang.
Langkah kaki secara perlahan bergerak sampai di perempatan jalan Rian bertemu sosok wanita sholehah yang dikenalnya sejak kecil ia adalah Anisa, baginya Anisa merupakan sosok wanita yang sangat berarti setelah ibunya. Rian yang kesehariannya menghabiskan waktu bersama Anisa tak membuatnya merasa bosan, selama ini ia menganggapnya sebagai sahabat tapi belakangan ini ia merasa dibuatnya menjadi dilema antara memilihnya sahabat atau seorang kekasih bagaimana tidak demikian akhir-akhir ini ia merasa kini saatnya mewujudkan semua impiannya untuk mengungkapkan rasa cinta yang semakin membara.
“nanti sehabis sholat jogging gak nis??,” sapaku sembari bertanya dan tersenyum kecil.
“iya ri tapi bentar aja ya soalnya kita kan nanti sekolah”
“oke nis, siap deh hehe”
Setiap hari mereka berdua memang jogging atau jalan-jalan kecil keliling kampung menghabiskan waktu subuh dan menyambut sinar jingga dari ufuk timur. Usai sudah mereka menunaikan sholat subuh berjamaah, mereka pun bergegas meninggalkan halaman masjid dan langsung jalan-jalan keliling kampung. Terlihat seperti sepasang kekasih nan romantis karena kedua belah pihak yang saling melengkapi dan saling mengerti satu sama lain, banyak teman-teman yang beranggapan bahwa mereka berdua adalah dua insan yang menyatu dalam sebuah kisah cinta tapi semua itu hanya pendapat orang lain dan sebenarnya mereka berdua hanyalah sepasang sahabat yang saling mengisi dalam kehidupan keduanya.
                          Derap kaki seiring seirama melangkah penuh bahagia menuju sebuah kisah yang sulit untuk dilupakan bagaikan pantai yang tak pernah jauh dari lautan bagaikan akar yang tak pernah jauh dari tanah semua itu keinginan nyata untuk jalan asmara. Langkah mereka belum juga terhenti seraya berbincang-bincang menanti detik-detik kehadiran jingga di ufuk timur, kebiasaan yang tak pernah terabaikan sejak kecil hanya untuk melihat sang jingga dari ufuk timur. Gerak mentari perlahan menampakkan kehadirannya dan tak pernah berhenti memancarkan teriknya yang mampu membuat semuanya menjadi lebih berarti.
                          Ada kejanggalan yang ingin di utarakan rian kepada nisa namun tak mudah baginya untuk mengungkapkan semuanya meski telah sekian lama ia memendam rasa cinta yang sangat membakar hati. Mungkin pagi ini adalah saat yang tepat untuk mengungkapkan segala rasa yang terpendam dalam palung hati, menghela nafas panjang dan melepasnya secara perlahan. Mencoba memulai satu kata ke kata yang lain.
“nisa, aku mau bilang sesuatu ke kamu”
“bilang apa ri??”
“sesuatu yang mungkin sangat berarti untuk hidup dan matiku”
“iya tentang apa ri kok kamu serius amat gak seperti biasanya !!”
“tapi kamu jangan marah ya nis, aku takut apa yang aku ucapkan membuatmu tak suka lagi padaku”
“udah, tenang aja ri aku bakal dengerin semua yang kamu ucapin kok aku juga tetep suka kamu  ri”
“jujur selama ini aku gak Cuma sekedar suka sama kamu nis tapi aku” sambil menundukkan kepala menahan malu.
“tapi apa ri??  Cepet ahh jangan bikin aku bête !!“ mengangkat suara.
“aku cinta kamu nis aku pengen kita gak sekedar sahabat dekat tapi sepasang kekasih yang saling melengkapi kehidupan ini”
“hah !! Terus kamu pengen kita pacaran gitu??” bertanya keheranan.
“iya nis aku sangat mencintai kamu, rasa ini telah lama terpendam dalam palung hatiku kini saatnya aku menyatakan semuanya kepadamu” penuh harapan.
“tapi jangan sekarang ri”
“kenapa nis?? Apa aku salah kalau mengungkapkannya sekarang??” tanyaku penasaran.
“gak gitu kok ri tapi sekarang aku belum siap kalau kita harus pacaran, mungkin nanti ada waktunya sendiri, lebih baik kita jalani seperti ini aja”
“ya udah nis aku tetep nunggu kamu kok, mungkin aku yang terlalu cepat untuk ungkapin semuanya ke kamu” sambil tersenyum menahan kesedihan.
Anisa menghela nafas panjang .“aku minta maaf ri kamu jangan sedih ya anggap semua ini baik-baik aja, aku juga cinta kamu kok tapi aku belum pengen kalau kita harus pacaran” seraya tersenyum memberi harapan.
“iya nis aku ngerti kamu kok”
“ya udah ri kita pulang aja ya udah jam segini aku harus siap-siap buat sekolah”
“oke nis aku juga pulang, kamu yang semangat ya nis sekolahnya”
“iya ri aku semangat kok, kamu juga harus semangat jangan kamu pikirin lagi apa yang telah terjadi saat ini, daa rian !!”
                         Di ujung jalan mereka berpisah hanya sinar jingga yang menjadi saksi perjalanan mereka pagi ini. Terpisah dari cerita yang membuat dilema keduanya, saling mencintai tapi satu pihak yang belum bisa jika harus merubah persahabatan menjadi sebuah kisah cinta. Kini rian hanya bisa berharap dan menunggu sosok anisa menerima ketulusan cintanya.





-------------------------------------------

                         Terik mentari kian membakar hari tapi kabut tebal masih enggan untuk pergi dan berlalu meninggalkan peraduannya bersama sang fajar. Terlihat di depan rumah tante rika tengah menyapu halaman,Rian tiba-tiba nongol dari mulut gerbang depan rumahnya.
“ehh tante rika, tumben pagi-pagi gini udah nyapu??” seraya tersenyum lepas.
“biasanya juga nyapu tiap pagi ri kamunya aja yang kurang kerjaan nanya gitu terus” sahut tante rika agak bete.
                         Rian yang mengabaikan ucapan tante rika, langsung menuju kamarnya dan  merapikan diri serapi mungkin untuk ke sekolah. Waktu yang kian berlalu menghantarkan mentari semakin menjulang tinggi serasa hembusan embun pagi telah lenyap bersama hilangnya sang sinar jingga di ufuk timur yang kini di gantikan oleh birunya langit.
“Rian, ayo sarapan dulu, udah mama siapkan menu spesial buat kamu” seru mama rian memanggil dari ruang makan sedikit samar-samar.
“iya ma, rian lagi pake sepatu nih, bentar ya” sahut rian dengan lantangnya.
                         Derap langkah kaki menuruni anak tangga, Rian yang tengah menapakkan kaki menuju lantai bawah berlari-lari kecil sambil menenteng tasnya dan sedikit tergesa-gesa. Mama, Papa, dan tante Rika sudah menunggunya di meja makan sejak 5 menit yang lalu.
“kamu lama amat ri??” Tanya tante rika.
“iya tan tadi sambil nyiapin buku juga jadi agak telat dikit” jawab rian.
“ya udah kamu langsung maem aja gihh” ujar tante rika.
                          Suara di meja makan itu seketika hening setelah berkumpulnya semua personil keluarga mereka. Hanya suara kunyahan yang terdengar, sendok dan piring yang saling beradu bagaikan paduan suara yang sedang pentas. Rian begitu lahapnya menikmati makanan olahan mamanya itu seperti belum makan seharian. Suap demi suap tanpa henti mengunyah berkali-kali ia lakukan terus sampai makanan di piringnya pun ludes sekejap mata.
“cepet amat kamu makannya?” Tanya tante rika keheranan.
“biasanya juga cepet kok tan, tante aja yang makanya lemot kayak sinyal lagi pending hahaha” sahut rian kegirangan.
“ihh, dasar anak nyebelin”
“nyebelin gini juga ponakan tante yang paling keren sekampung hehehe”
“udah-udah, jangan rame lagi gak enak di dengar tetangga pagi-pagi udah rame aja kalian berdua” sela papa.
“Rian, kalau kamu udah kelar makannya mending kamu langsung berangkat gihh keburu telat entar udah siang lho” perintah mama.
“iya ma, rian berangkat dulu ya. Assalamu’alaikum” ucap rian sembari berpamitan ke mereka bertiga.
“waalaikum salam” jawab mereka serempak.
Dedaunan kering berjatuhan di terpa angin, semua sepeda motor tertata rapi di parkiran yang terbalut rindangnya pohon beringin tua. Hembusan angin begitu sejuk menghantarkan semuanya kedalam pelukan dunia.Terdengar kicauan burung tengah bernyanyi-nyanyi di ranting pohon beringin yang telah menginjak usia senja. Terlihat begitu bahagianya gerombolan burung itu menikmati indahnya dunia pagi ini.
                           Rian memarkirkan sepeda motornya di ujung parkiran sekolah tepat di bawah pohon mangga yang tengah berbuah lebat, aromanya begitu menggoda selera bagi siapa saja yang menghirupnya.Sambil berkaca-kaca di spion dan merapikan rambutnya yang acak-acakan. Melangkah tegak dan spontanya menuju ke tepi parkiran dengan mengenakan jas yang terlihat sangat tampan di pandang mata. Belum jauh melangkah tiba-tiba ia melihat sesosok wanita dengan rambut berkibar-kibar terkena terpaan angin sepoi-sepoi nan lembut di rasakanmuncul dari balik mobil yang sedang terparkir dan tidak asing lagi baginya, ia pun langsung mempercepat langkah dan seketika berdiri tepat di hadapannya.
“sendirian aja nis??” tanya rian spontan.
“aku gak sendirian kok bukannya aku disini sama kamu juga lagian disini juga banyak orang jadi aku gak mungkin sendirian” jawab nisa dengan celoteh lawaknya.
“dasar ya kamu, pagi-pagi gini udah bikin orang geregetan aja”
“geregetan gimana?? Kamunya aja yang terlalu tegang” sahut nisa tersenyum.
“geregetan pengen nyubit pipi kamu” sembari menyubit pipi nisa dengan lembut.
Kriiiiinggg !!!!!! kriiiiiing !!!! kriiiinnnggg !!!!
Terdengar suara bel berdering sebagian siswa menghamburkan diri dari tongkrongan mereka dan berlari-larian menuju kelas masing-masing. Demikian juga dengan rian dan nisa untuk beranjak masuk kelas karena pelajaran jam pertama akan segera di mulai. Seketika mungkin sekolah yang tadinya terlihat sangat ramai oleh kicauan siswa siswi menjadi hening dan sunyi seolah-olah tanpa penghuni di dalamnya. Hanya seorang satpam yang sedang sibuk menutup pintu gerbang.
                            Pelajaran demi pelajaran pada hari itu pun berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan sedikit pun yang terjadi. Tepat pukul 2 siang KBM selesai, siswa siswi berhamburan menuju lokasi parkir dengan berjalan meski saling berhimpitan.Rian melihat azizah masih terpangku di trotoar jalan depan sekolah dengan raut wajah yang sedikit agak terlihat kelelahan karena aktivitas seharian yang begitu padat dan sangat menguras pikiran. Rian pun langsung mengulir tuas gas motornya menghampiri azizah.
“nunggu siapa ziz?” Tanya rian spontan dan tak menghiraukan mesin motornya yang masih berderu.
“nunggu jemputan ri, emang kenapa?”
“Gapapa ziz, siapa yang jemput?”
“papa aku”
“bareng aku aja daripada nunggu lama” ajak rian.
“gak aja deh ri, bentar lagi pasti datang kok. Kamu pulang duluan aja ri aku gapapa disini sendirian.” Jawab azizah seraya tersenyum.
“ya udah ziz aku balik dulu,, daaa aziz..”
“Hati-hati ri” sahut azizah.
                          Rian yang langsung memacu motornya dan pergi berlalu meninggalkan azizah di trotoar depan sekolah mereka. Hanya bayangan yang menyisakan kepergian rian seketika itu. Tak lama kemudian azizah pun di jemput ayahnya, mereka pun langsung pulang kerumah. Dan sekejap saja keheningan muncul di kompleks sekolah, tidak ada siapa-siapa lagi di area sekolah itu kecuali 2 orang satpam yang masih berjaga-jaga di area sekolah hingga menjelang senja.

Sabtu, 23 Juli 2016

PERATURAN KHUSUS PRODUKTIF



SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI
Tahun Pelajaran 2016/2017

PERATURAN KHUSUS PRODUKTIF
1.      Berseragam lengkap dengan atribut yang telah ditentukan jika tidak lengkap maka dikenai denda Rp.1000
2.      Mengenakan almamater/jas pada hari senin, rabu dan sabtu.
3.      Khusus hari senin masuk jam 07:00 untuk melaksanakan sholat dhuha, bagi yang putri harap membawa mukenah dan bagi yang terlambat maka akan dikenai sanksi dengan berlari mengelilingi halaman sekolah sebanyak 10 kali.
4.      Bagi yang laki-laki rambut harus pendek dan rapi.
5.      Selama pelajaran Handphone maupun alat komunikasi lainnya wajib dimatikan dan dimasukkan kedalam tas jika ada yang melanggar maka Handphone maupun alat komunikasi lainnya akan disita selama 1 bulan dan diambil oleh orang tua wali murid.




Boyolali 24 Juli 2016
Mengetahui,

Ketua Kelas                                      Guru Pengampu



     PRIO SETIADI                                ARIF JOKO SUKATMO


Rabu, 01 Juni 2016

Laporan Kunjungan Industri



LAPORAN
KUNJUNGAN INDUSTRI
STUDY TOUR SURABAYA – BALI
16 – 20 MEI 2016

Muhammadiyah 04 Boyolali(2).png


NAMA        : PRIO SETIADI
NO              : 22
KELAS         : XI RPL 1
JURUSAN   : REKAYASA PERANGKAT LUNAK

SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Page 1

PERSEMBAHAN

Sebuah Karyaku…..
Kupersembahkan dengan sepenuh hati untuk…..
Allah SWT, atas Rahmat dan Ridho-Nya hingga aku dapat menyelesaikan karya kecil ini.
Ayahanda dan ibunda..barakallahufiq, takkan pernah tergantikan perjuangan
dan pengorbananmu. atas doa dan kasih saying, terima kasih atas doa dan dukungannya.
Dan tak lupa kupersembahkan kepada Guruku tercinta, semoga karya ini dapat berguna di kemudian hari.



MOTTO


“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikannya) yang
diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang
dikerjakannya…”



















Page 2

Kata Pengantar

          

           Assalamualaikum Wr.Wb
           
            Segala puji hanyalah milik Allah SWT, Dzat yang telah menjadikan sebab untuk segala perkara, yang mengandung segala hikmah dan keterangan kepada hamba-Nya. Yang mengutus Muhammad sebagai rasul-Nya untuk membawa umat islam ke jalan yang benar.
            Penulis menyadari bahwa penulisan dan pembuatan laporan kunjungan industri ini tak lepas dari peran dahsyat orang-orang yang membantu dalam proses pembuatannya.
             Penulis sadar bahwa laporan ini masih jauh dari “Kesempurnaan”, sehingga masukan dan saran sangat penulis harapkan. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak-pihak  yang telah banyak membantu dalam proses penyelesaian Laporan ini.
            Sampai di sini, Semoga laporan ini dapat bermanfaat dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
            
              Wassalamualaikum Wr.Wb
             

  Boyolali, 2 Juni 2016
                                                                                                         Penulis,



                                                                                                         PRIO SETIADI
                                                                                                  






Page 3
Daftar Isi

Halaman
Halaman Judul ..................................................................................................................     1
Persembahan ...................................................................................................................     2
Motto ................................................................................................................................     2
Kata Pengantar .................................................................................................................     3
Daftar Isi ...........................................................................................................................     4

BAB. I PENDAHULUAN
Latar belakang Kunjungan Industri ..................................................................................     5
Tujuan kunjungan Industri ................................................................................................     5
Manfaat Kunjungan industri ............................................................................................     5

BAB. II PT. JAWA POS MEDIA TELEVISI (JTV)
Sejarah Perusahaan .........................................................................................................     6
Hasil Kegiatan……………………………………………………………………………………………………………….    6
Hasil Foto………………………………………………………………………………………………………………………   7

BAB.III  BALI ORANGE COMMUNICATION (BOC)
Sejarah perusahaan .........................................................................................................     8
Hasil kegiatan ...................................................................................................................     8

BAB. IV MUSEUM BAJRA SANDI
Sejarah…………………………………………………………………………………………………………………………    9
Hasil Foto……………………………………………………………………………………………………………………..   9

BAB. IV PENUTUP
Kesimpulan .......................................................................................................................     10 
Saran ................................................................................................................................     10

LAMPIRAN
Foto-Foto Kegiatan ...........................................................................................................     11-12





Page 4
BAB  I  PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Kunjungan Industri.
        Seiring pesatnya perkembangan teknologi,dunia pendidikan di tuntut untuk lebih menyongsong era globalisasi. Dalam usaha peningkatan mutu pendidikan tersebut maka ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) hendaknya di serapi dengan keimanan dan ketaqwaan. Ilmu yang di dapat dalam bangku sekolah dirasakan masih sangat kurang sehingga di perlukan sebuah kunjungan ke perusahaan/industri yang ele membantu kami dan ele kami jadikan perbandingan ketika kami menerima pelajaran di sekolah.
           Melihat kenyataan yang terjadi di lapangan inilah yang menyebabkan siswa siswi SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI mengadakan Kunjungan Industri.
           Kunjungan elevise dipilih untuk memperkenalkan siswa ke dunia kerja. Siswa di tuntut untuk aktif menggali informasi tentang kunjungan elevise untuk memperoleh pengetahuan tentang dunia perusahaan. Kunjungan elevise dilakukan untuk memberikan gambaran kepada siswa tentang dunia perusahaan yang cukup asing bagi saya pribadi agar siswa dapat membandingkan antara dunia kerja dengan ilmu yang di peroleh di sekolah. Siswa di wajibkan membuat laporan atas informasi yang di peroleh selama kunjungan elevise di perusahaan yang bersangkutan.

      B. Tujuan Kunjungan Industri
Ada Beberapa tujuan dalam kegiatan kunjungan industri, Antara lain:
a.      Memper luas wawasan siswa/siswi dengan dunia kerja yang sesungguhnya.
b.      Mendorong siswa agar berminat bekerja di perusahaan.
c.      Memberi informasi kepada siswa tentang cara bekerja di perusahaan.
d.      Melengkapi persyaratan mendapatkan nilai kenaikan kelas.
C.   Manfaat Kunjungan Industri.
            Kunjungan elevise diharapkan dapat memiliki manfaat bagi siswa diantaranya siswa dapat mengetahui dan lebih mengerti tentang dunia kerja, dapat mengetahui macam macam elevise yang masih asing bagi kami dan dapat mengetahui bagaimana mengedit video sehingga muncul di elevise kita.
Page 5
BAB II PT. JAWA POS MEDIA TELEVISI (JTV)

200px-JTV_(2012).svg.png

A.      Sejarah Perusahaan
             TV yang merupakan singkatan dari Jawa Pos Media Televisi, adalah sebuah stasiun elevise swasta regional di Kota Surabaya, Jawa Timur. JTV adalah elevise swasta regional pertama di Indonesia sekaligus yang terbesar hingga saat ini. Jangkauan JTV meliputi elevi seluruh provinsi Jawa Timur secara eleviseal, juga ele diterima diseluruh Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina dan sebagian Australia dengan parabola melalui satelit Telkom 1, dan fasilitas elevise berlangganan TelkomVision.Berdirinya JTV sejak tanggal 8 November 2001.
              Stasiun TV ini dianggap pionir di kawasan Jawa Timur, 90% conten acara di JTV mengakomodasi keragaman budaya Jawa Timuran. Program berita berbahasa daerah yang berjudul Pojok Kampung, Ludruk Kartolo, Kidung Rek, juga mendapat rating tinggi.Tidak lepas dari semua itu JTV juga memiliki 3 studio untuk syuting.
B.      Hasil Kegiatan
       Hasil dari kegiatan Kunjungan Industri adalah siswa/siswi jadi lebih memahami bagaimana lingkungan dunia kerja khususnya di bidang Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK), Dan kami jadi lebih paham apa yang disampaikan oleh guru disekolah dan diperdalam saat berada di PT. JAWA POS MEDIA TELEVISI (JTV).








Page 6
13254402_495534790644042_7941749986006470701_n.jpg














Page 7
BAB III  BALI ORANGE COMMUNICATION (BOC)

http://www.boc.co.id/images/logobaliorange.gif
A.      Sejarah Perusahaan
         Bali Orange Communications atau disingkat BOC adalah sebuah perusahaan jasa web design dan pemrograman website, penyedia web hosting dan pendaftaran domain name berekstensi internasional dan Indonesia. BOC berdiri pada tanggal 25 Agustus 2003 dan sampai saat ini masih tetap berkarya serta melayani pelanggan dari berbagai warna bidang usaha. Website BOC bisa diakses menggunakan www.baliorange.net
         Basis operasional BOC adalah di Pulau Bali dengan cakupan produk dan layanan berskala Internasional. BOC melayani pelanggan tidak hanya di Bali, tetapi di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Dengan teknologi internet, kendala geografis bisa teratasi dengan mudah.
          Tim kerja BOC mampu mengoperasionalkan program aplikasi web development seperti Adobe Dreamweaver, MS Frontpage, Adobe Photoshop, Adobe Flash, Corel Draw, dan program pendukung lainnya. Lingkungan bahasa pemrograman yang dihadapi meliputi CSS, HTML, PHP, Javascripts, AJAX, XML, dengan database MySQL. Lingkup manajerial web server meliputi penguasaan OS Linux dan Windows, network administrator, dan manajemen Cpanel dan WHM. Web server BOC berlokasi di Jakarta, Singapore dan USA, memastikan bisnis pelanggan tetap online 24 jam.

B.      Hasil Kegiatan
           Hasil dari kegiatan Kunjungan Industri adalah siswa/siswi jadi lebih memahami bagaimana lingkungan dunia kerja khususnya di bidang Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK), Dan kami jadi lebih paham apa yang disampaikan oleh guru disekolah dan diperdalam saat berada di BALI ORANGE COMMUNICATION (BOC)



Page 8
BAB  IV MUSEUM BAJRA SANDI

A.      Sejarah
      Monumen Bajra Sandhi merupakan Monumen Perjuangan Rakyat Bali untuk memberi hormat pada para pahlawan serta merupakan lambang pesemaian pelestarian jiwa perjuangan rakyat Bali dari generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman serta lambang semangat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari 17 anak tangga yang ada di pintu utama, 8 buah tiang agung di dalam gedung monumen, dan monumen yang menjulang setinggi 45 meter. Lokasi monumen ini terletak di depan Kantor Gubernur Kepala Daerah Provinsi Bali yang juga di depan Gedung DPRD Provinsi Bali Niti Mandala Renon persisnya di Lapangan Puputan Renon. Monumen ini dikenal dengan nama “Bajra Sandhi” karena bentuknya menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan Weda (mantra) pada saat upacara keagamaan. Monumen ini dibangun pada tahun 1987, diresmikan oleh Presiden Megawati Sukarno Putri pada tanggal 14 Juni 2003. Tujuan pembangunan monumen ini adalah untuk mengabadikan jiwa dan semangat perjuangan rakyat Bali, sekaligus menggali, memelihara, mengembangkan serta melestarikan budaya Bali untuk diwariskan kepada generasi penerus sebagai modal melangkah maju menapak dunia yang semakin sarat dengan tantangan dan hambatan



index.jpeg



Page 9

             
BAB  V  PENUTUP

A.   Kesimpulan.
Ternyata perkembangan teknologi informasi sangat pesat, buktinya komputer sekarang sudah lebih canggih dari yang ku banyangkan sebelumnya, dan komputer sekarang sudah beraneka ragam, baik dari segi software maupun hardwere, bahkan saking canggihnya ada komputer yang hanya menggunakan sebuah CPU yang ukuranya sengat kecil, hingga aku tak tau cara trun on komputer tersebut.

B.   Saran.
-         sebelum melakukan kunjungan industri sebaiknya melakukan berbagai persiapan: misalkan pertanyaan yang kompeten, kenapa pertanyaan yang kompeten karna siswa dituntut untuk menggali informasi saat melakukan kunjungan.
-         Harus menjaga komunikasi yang baik antara pihak sekolah maupun pihak industri agar dapat menjaga citra baik dari sekolah maupun pihak industri.










Page 10
LAMPIRAN

13240169_271678013180321_4154712961130362504_n.jpg
Museum Bajra Sandi
13256256_272075203140602_3808689173543498774_n.jpg
Hotel Sari Segara

Page 11
13267730_272079066473549_4546573693874957576_n.jpg
Pelabuhan Ketapang Banyuwangi
13239333_272080059806783_8599165630439323629_n.jpg
Masjid Agung Al-Akbar Surabaya

Page 12