Selasa, 22 September 2015

SAAT INDAH BERSAMAMU

SAAT INDAH BERSAMAMU


                 Mentari pagi bersinar sangat cerah aku duduk berdiam diri di teras rumah dalam kesendirianku aku berharap ada yang menemaniku. Pagi ini aku di rundung kesunyian bingung entah harus kemana?? berdiam diri dirumah atau mencari kesibukan di luar dengan jalan-jalan apalagi hari ini hari minggu (seraya berkata dalam hati) "berharap ada yang ngajak jalan-jalan".
                  Tiba-tiba ada pesan masuk di ponselku pesan itu dari Rhio dia berkata " heeyyy Lintang,,, iyha kamu,,,, kamunya aku hehehe boleh gak kalau sekarang aku kerumahmu??? langsung saja aku balas " iyha aku,,, iyha sini aja sekarang soalnya aku juga lagi kesepian nich hehehe cepetan ya tapi hati-hati okee,,,, aku tunggu kedatanganmu...!!!!
                   Beberapa detik kemudian dia tiba dirumahku :
"kok nyampenya cepet bangetz??" (tanyaku)
"iyha dong karna aku ingin secepatnya bertemu denganmu tapi aku tak ingin secepatnya pergi meninggalkanmu" (jawabnya sambil sedikit ngegombal)
"ohh iyha hari minggu ini kamu mau hunting kemana?? gimana kalau kita hunting berdua yuk ke Bukit Cinta soalnya aku pengen kesana berdua bareng kamu apalagi aku kangen bangetz nich sama kamu pengen menghabiskan waktu berdua denganmu" (tanyanya sambil sedikit curhat)
"aslinya hari ini aku gak punya rencana buat hunting tapi karna kamu ngajak hunting ya aku pasti mau lagian aku juga kangen sama kamu (sambil tersenyum), emang kamu tau bukit cinta???" (tanyaku kepo)
"tau dong jangankan bukit cinta bukit hatimu saja aku tau (sambil tertawa) kita berangkatnya sekarang aja yuk entar keburu siang (sambil tersenyum)
"yuk berangkat" (kataku sambil tersenyum bahagia)
                    Saat-saat yang begitu indah inginku memperlambat waktu karna aku ingin berlama-lama denganmu betapa indahnya saat ini kita berada di atas dua roda melaju dengan kecepatan tiada batas menghela nafas bahagia karna cintamu yang begitu tulus untukku. Tak terasa perjalanan telah kita lalui disini diriku dirimu adalah satu menyatukan dua hati dalam satu cinta berharap waktu akan selalu berpihak pada cinta kita.
                    Tiba sudah kita di Bukit Cinta, "Lin, kita cari minum dulu yuk aku haus nich" (ungkap rhio seraya tersenyum). 
"yuk, tapi minum aqua aja ya biar fokus" (ungkapku sambil tertawa)
"okee, tapi aku tetep fokus walau tanpa minum aqua bagiku aqua itu ada kepanjangannya (ungkap rhio serius) 
"kenapa? emang apa kepanjangannya?" (tanyaku penasaran) 
"gak kenapa-kenapa sich cuma pastinya tetep fokus aja kalau ada kamu di sandingku (ungkap rhio sambil tersenyum gombal) emang kamu gak tau kepanjangannya aqua??"(ungkap rhio lagi)  
"kalau aku tau aku gak bakal tanya sama kamu" (ungkapku sedikit kesal) 
"ciiiieeee kok ngambeg sich??? (ungkap rhio sedikit genit) aku kasih tau dech aqua tuh aku akan menjaga cinta ini hingga akhir waktuku" (ungkap rhio sambil tersenyum mesra) 
"iyha aku juga percaya kok ku yakin kau mampu menjaga cinta ini" (ungkapku penuh keyakinan) "harus dong kita harus saling percaya" (ungkap rhio tersenyum) 
(aku hanya tersenyum lepas)
                     Lelah perjalanan yang telah di tempuh terbayar lunas saat memandang hamparan luas danau rawa pening kami berdua duduk di bawah rindangnya pohon beringin udaranya yang begitu sejuk membuat hati ini terasa damai kami berdua ngobrol sampai tak terasa hari mulai sore senja telah menyapa mentari kian meredup. Aku mengajak rhio untuk bergegas pulang karna mengingat perjalanan yang cukup jauh dan aku gak mau pulang kesorean.
                      Waktu yang kian berlalu hadirkan semua anganku untuk selalu bersamamu tak terasa sampai sudah di rumahku Rhio yang langsung ku suruh pulang karna hari telah gelap mentari telah redup dan bulan hadir menerangi malam langit yang gelap begitu indah di hiasi sang bintang. Hari semakin malam tak terdengar lagi suara hentakan kaki setiap orang tak terdengar lagi ramainya kendaraan di jalan raya, tiba-tiba ada pesan masuk dari rhio dia menuliskan seuntai rangkaian kata yang begitu indah untukku.

Saat indah yang ku lalui bersamamu melukiskan kisah cinta di dalam lubuk hati terbuai nafas cinta yang kau hembuskan sampai mati pun ku takkan bisa melupakanmu dan bila waktu akan buktikan janji itu ku serahkan padamu apapun yang ku mampu   


Karangan : Rhio Setia Adhie

baca juga karangan cerpen tentang cinta berikutnya.
                      


                            
                    

                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar